Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA), bersama perwakilan BEM UI, DEMA UIN Ar-Raniry, PEMA USM, dan PEMA UNIDA, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh pada Jumat (3/7/2026). Aksi tersebut menuntut Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat segera mempercepat penanganan bencana, memberikan kepastian bagi para penyintas, membuka ruang dialog, serta mengevaluasi berbagai persoalan daerah, termasuk aktivitas pertambangan di Beutong.
Dalam aksi itu, massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian sebelum akhirnya memasuki kawasan kantor gubernur melalui pintu keluar. Di lokasi, mereka membentangkan Bendera Bulan Bintang, membakar ban bekas, dan mencoret sejumlah bagian kompleks kantor dengan tulisan seperti “Pemerintah Sakit” dan “Prabowo Mumang” sebagai bentuk protes.
Para peserta aksi menilai pemerintah belum menunjukkan keseriusan dalam menangani masyarakat terdampak bencana yang telah berbulan-bulan menunggu kepastian pemulihan. Mereka mendesak pemerintah segera berdialog dan memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan yang disuarakan dalam demonstrasi tersebut.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!