Donny Fattah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah musik rock Indonesia. Ia dikenal sebagai bassis sekaligus pendiri band rock legendaris God Bless, yang telah menjadi ikon musik Indonesia sejak era 1970-an. Kepergiannya pada Sabtu, 7 Maret 2026 meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Tanah Air.
Masa Kecil dan Awal Kehidupan
Donny Fattah memiliki nama lengkap Jidon Patta Onda Gagola. Ia lahir pada 24 September 1949 di Makassar dan memiliki latar belakang keluarga berdarah Maluku Utara. Sejak usia remaja, ia sudah tertarik pada dunia musik dan belajar memainkan berbagai alat musik secara otodidak.
Pada era 1960-an, Donny mulai aktif bermain musik dan bergabung dengan beberapa grup band lokal. Salah satu band awal yang ia bentuk adalah Harbour Beat sekitar tahun 1965. Kemudian pada 1968 ia juga sempat bergabung dengan grup musik Fancy Junior, yang semakin mengasah kemampuan musikalnya.
Lahirnya God Bless dan Era Kejayaan
Perjalanan musik Donny Fattah mencapai titik penting pada awal 1970-an ketika ia bersama Achmad Albar, Jockie Soerjoprajogo, Fuad Hassan, dan Ludwig Lemans membentuk band yang kemudian dikenal sebagai God Bless. Band ini resmi berdiri pada 5 Mei 1973 dan menjadi salah satu pelopor musik rock modern di Indonesia.
God Bless segera dikenal luas lewat konser-konser besar dan karya musik yang kuat. Pada tahun 1975, band ini bahkan tampil sebagai pembuka konser grup rock dunia Deep Purple di Jakarta, sebuah pencapaian besar bagi band Indonesia pada masa itu.
Sebagai bassis, Donny Fattah memiliki gaya permainan yang khas dan menjadi fondasi kuat bagi musik God Bless. Ia juga terlibat dalam penciptaan banyak lagu yang kemudian menjadi karya klasik, di antaranya:
Semut Hitam
Setan Tertawa
Musisi
Huma di Atas Bukit
Anak Adam
Lagu-lagu tersebut hingga kini masih sering dimainkan dan dianggap sebagai bagian penting dari sejarah musik rock Indonesia.
Aktivitas Musik dan Karier Lain
Selain aktif di God Bless, Donny juga terlibat dalam berbagai proyek musik lainnya. Ia pernah bergabung dengan Gong 2000 dan proyek Kantata Takwa, serta berkolaborasi dengan sejumlah musisi besar Indonesia.
Pada awal 1980-an, Donny sempat tinggal di Amerika Serikat untuk mempelajari bisnis musik dan bekerja sebagai staf di KBRI Houston. Namun pada tahun 1983 ia kembali ke Indonesia dan kembali menghidupkan aktivitas God Bless.
Dedikasinya pada band tersebut sangat besar. Meski God Bless mengalami pergantian personel berkali-kali, posisi Donny Fattah sebagai bassis hampir tidak pernah tergantikan selama puluhan tahun.
Kondisi Kesehatan dan Akhir Hidup
Dalam beberapa tahun terakhir kehidupannya, kondisi kesehatan Donny Fattah menurun. Ia diketahui menderita sejumlah penyakit serius, termasuk sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan penyakit autoimun yang memengaruhi kondisi tubuhnya.
Setelah menjalani perawatan medis, Donny Fattah akhirnya meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, pada usia 76 tahun.
Warisan untuk Musik Indonesia
Kepergian Donny Fattah menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, ia telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik rock nasional.
Namanya akan selalu dikenang sebagai:
Pionir musik rock Indonesia
Pendiri dan pilar utama God Bless
Bassis dengan karakter permainan kuat dan khas
Warisan karya dan dedikasinya membuat Donny Fattah tetap hidup dalam sejarah musik Indonesia, melalui lagu-lagu legendaris yang terus didengar lintas generasi.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!