Sejarah : Pidato Tegas Presiden Soeharto di Konferensi Organisasi Konferensi Islam 1991: Sikap Keras Indonesia terhadap Pendudukan Israel

Redaksi Federasi Note
Redaksi Federasi Note
1 bulan yang lalu 23:29 WIB 60x dilihat

Pidato Tegas Presiden Soeharto di Konferensi Organisasi Konferensi Islam 1991: Sikap Keras Indonesia terhadap Pendudukan Israel

Pada Konferensi Organisasi Konferensi Islam (OKI) tahun 1991, Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto, menyampaikan pidato yang dikenal luas sebagai salah satu pernyataan paling tegas Indonesia terhadap konflik Timur Tengah, khususnya terkait pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan status Yerusalem.

Dalam forum internasional yang dihadiri para pemimpin negara-negara Muslim tersebut, Presiden Soeharto secara lantang menyebut Israel sebagai negara yang sombong dan gemar menindas, serta menuding Israel telah mencuri dan merampas tanah milik bangsa Arab melalui pendudukan yang berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kecaman terhadap praktik kolonialisme modern yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip keadilan global.

Soeharto menegaskan bahwa konflik Palestina bukan sekadar isu regional, melainkan masalah kemanusiaan dan keadilan internasional. Dalam pidatonya, ia secara khusus menyoroti Yerusalem (Al-Quds) sebagai kota suci tiga agama yang menurutnya harus dibebaskan dari pendudukan Israel, agar dapat kembali menjadi simbol perdamaian, bukan sumber konflik berkepanjangan.

Dalam pandangan Presiden Soeharto, pendudukan Israel atas Yerusalem tidak hanya melukai perasaan umat Islam, tetapi juga merusak tatanan moral dunia internasional yang menjunjung tinggi hak menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa.

Pidato tersebut mencerminkan garis politik luar negeri Indonesia yang konsisten, yakni mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan, sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di era Orde Baru, sikap ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar yang aktif menyuarakan kepentingan dunia Islam di panggung global.

Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan Soeharto di OKI 1991 sebagai bentuk kepemimpinan simbolik Indonesia dalam solidaritas dunia Islam. Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, pernyataan tersebut dipandang memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten membela Palestina melalui jalur diplomasi multilateral.

Hingga kini, pidato tersebut kerap dikenang sebagai bagian dari warisan sikap tegas Indonesia terhadap penjajahan, yang lintas pemerintahan tetap menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam isu Palestina—baik di forum OKI, PBB, maupun pertemuan internasional lainnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Copyright © 2025 FEDERASI NOTE — All rights reserved