Rudal Iran Hantam Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu Dikabarkan Jadi Korban

Asia
Redaksi Federasi Note
Redaksi Federasi Note
3 minggu yang lalu 12:12 WIB 54x dilihat
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah sebuah serangan rudal yang diklaim diluncurkan dari wilayah Iran dilaporkan menghantam kompleks kantor Perdana Menteri Israel di Yerusalem.

Ledakan keras terdengar di pusat kota dan memicu kepanikan warga sekitar. Sirene peringatan serangan udara meraung selama beberapa menit sebelum proyektil dilaporkan jatuh di area yang berdekatan dengan kantor pemerintahan. Asap tebal terlihat membumbung dari lokasi kejadian, sementara aparat keamanan segera menutup akses menuju kawasan tersebut.

Dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi pemerintah Iran, pihak militer mengklaim serangan tersebut merupakan β€œoperasi presisi” yang menargetkan pusat kepemimpinan Israel sebagai bagian dari eskalasi konflik yang sedang berlangsung. Mereka menyebut operasi itu sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang menargetkan fasilitas strategis Iran.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi bangunan maupun keberadaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat insiden terjadi. Namun sejumlah laporan awal menyebutkan Netanyahu berada di dalam kompleks saat serangan berlangsung dan tengah dievakuasi oleh tim pengamanan khusus.

Petugas medis dan tim penyelamat terlihat memasuki area terdampak dengan pengawalan ketat. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka maupun tingkat kerusakan bangunan. Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara telah diaktifkan, namun beberapa proyektil diduga berhasil menembus lapisan Pertahanan. 
Serangan ini menandai eskalasi paling serius dalam konflik terbaru kedua negara.

 Pemerintah Israel dilaporkan menggelar rapat darurat kabinet keamanan untuk menentukan langkah balasan. Di sisi lain, masyarakat internasional mulai menyerukan penahanan diri guna mencegah konflik meluas menjadi perang regional terbuka.

Situasi di Yerusalem masih dalam status siaga tinggi. Bandara dan fasilitas publik diperketat keamanannya, sementara warga diminta tetap berada di tempat perlindungan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari otoritas setempat.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Copyright Β© 2025 FEDERASI NOTE β€” All rights reserved