president prabowo minta brins percepat riset rudal ICBM ada apa?

NASIONAL
Redaksi Federasi Note
Redaksi Federasi Note
1 minggu yang lalu 15:37 WIB 48x dilihat
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meminta percepatan riset teknologi roket strategis kepada para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Permintaan tersebut memicu perhatian publik setelah disebut-sebut berkaitan dengan pengembangan teknologi rudal jarak jauh, termasuk konsep Intercontinental Ballistic Missile (ICBM).

Informasi yang beredar di kalangan pemerintahan menyebutkan bahwa arahan tersebut disampaikan dalam pembahasan mengenai penguatan kemandirian teknologi pertahanan nasional. Pemerintah menilai Indonesia perlu menguasai teknologi dasar roket, sistem propulsi, navigasi, serta material berteknologi tinggi yang selama ini masih sangat bergantung pada negara lain.

Menurut sumber di lingkungan riset nasional, percepatan riset yang diminta Presiden bukan semata-mata untuk memproduksi rudal strategis, melainkan untuk mempercepat penguasaan teknologi roket dan sistem peluncuran yang memiliki berbagai kegunaan, baik untuk sektor pertahanan maupun sipil seperti peluncuran satelit dan pengembangan teknologi antariksa.

β€œPenguasaan teknologi roket adalah fondasi penting bagi kemandirian teknologi sebuah negara. Tanpa riset yang kuat di bidang ini, kita akan terus bergantung pada teknologi luar negeri,” ujar seorang peneliti senior yang terlibat dalam pengembangan teknologi dirgantara nasional.

Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global. Ketegangan militer di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, Eropa Timur, serta persaingan kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik, mendorong banyak negara memperkuat kemampuan teknologi militernya. Dalam konteks itu, Indonesia dinilai perlu meningkatkan kemampuan daya tangkal (deterrence) agar mampu menjaga stabilitas keamanan nasional.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia juga mulai mempercepat program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Selain pembelian berbagai sistem persenjataan modern dari luar negeri, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan industri pertahanan domestik agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor teknologi militer.

Namun demikian, sejumlah pengamat pertahanan menilai bahwa pengembangan rudal antarbenua secara operasional bukan prioritas utama bagi Indonesia. Doktrin militer Indonesia selama ini lebih menekankan pertahanan wilayah dan stabilitas kawasan, bukan proyeksi kekuatan militer jarak jauh seperti yang dilakukan negara-negara adidaya.

Karena itu, banyak analis memandang arahan Presiden lebih realistis jika dimaknai sebagai dorongan untuk mempercepat riset teknologi roket strategis dan sistem kendali presisi, yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan nasional, mulai dari pertahanan, industri antariksa, hingga pengembangan teknologi satelit.

Di sisi lain, penguatan riset teknologi strategis juga dianggap penting untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam peta teknologi global. Negara yang mampu menguasai teknologi roket, sistem peluncuran satelit, serta teknologi material canggih umumnya memiliki keunggulan strategis dalam bidang pertahanan dan industri berteknologi tinggi.

Hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi yang merinci program riset tersebut. Namun sejumlah pejabat menyebutkan bahwa fokus utama tetap pada penguatan kapasitas riset nasional, sehingga Indonesia di masa depan mampu berdiri lebih mandiri dalam pengembangan teknologi strategis.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Copyright Β© 2025 FEDERASI NOTE β€” All rights reserved