Menhan Meksiko: Mayoritas Senjata Kartel Berasal dari AS dan Israel

Amerika
Redaksi Federasi Note
Redaksi Federasi Note
1 bulan yang lalu 23:27 WIB 50x dilihat
Menteri Pertahanan Meksiko menyatakan bahwa sebagian besar senjata yang digunakan oleh kartel narkoba di negaranya diduga berasal dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya, ia menyebut sekitar 80 persen senjata yang disita aparat diyakini berasal dari Amerika Serikat, sementara sekitar 20 persen lainnya diduga memiliki jejak distribusi dari Israel.
Pernyataan tersebut kembali memicu perdebatan lama soal arus perdagangan senjata lintas batas yang dinilai memperparah konflik bersenjata antara kartel dan aparat keamanan di Meksiko.
Menurut data otoritas keamanan Meksiko, berbagai jenis senapan serbu, pistol semi-otomatis, hingga perlengkapan taktis canggih yang digunakan kelompok kriminal sering kali dilacak melalui nomor seri dan jalur distribusi internasional. Banyak senjata disebut dibeli secara legal di Amerika Serikat, kemudian diselundupkan melintasi perbatasan sepanjang ribuan kilometer yang sulit diawasi sepenuhnya.
Pemerintah Meksiko selama beberapa tahun terakhir memang meningkatkan tekanan diplomatik kepada Amerika Serikat terkait pengawasan penjualan senjata api, terutama di negara bagian perbatasan seperti Texas dan Arizona. Gugatan hukum bahkan sempat diajukan terhadap produsen senjata di AS dengan tudingan kelalaian dalam pengendalian distribusi.
Sementara itu, nama Israel muncul dalam konteks dugaan suplai persenjataan tertentu melalui jalur perdagangan internasional. Namun belum ada rincian resmi yang dipublikasikan secara terbuka mengenai mekanisme distribusi tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya membantah bahwa negaranya “menyokong” kartel, dan menyatakan bahwa perdagangan ilegal senjata merupakan masalah bersama yang membutuhkan kerja sama bilateral. Otoritas AS menekankan bahwa penyelundupan senjata sering kali dilakukan oleh jaringan kriminal lintas negara yang memanfaatkan celah hukum dan perbedaan regulasi.
Pengamat keamanan regional menilai bahwa isu ini lebih kompleks daripada sekadar asal negara produsen. Faktor lemahnya pengawasan perbatasan, korupsi, serta tingginya permintaan senjata di kalangan kelompok kriminal disebut sebagai variabel utama yang memperkuat siklus kekerasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, konflik antar kartel dan operasi militer pemerintah Meksiko telah menyebabkan ribuan korban jiwa serta meningkatkan ketegangan diplomatik dengan negara mitra.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi terbaru dari otoritas Israel terkait pernyataan Menteri Pertahanan Meksiko tersebut. Pemerintah Meksiko sendiri menyatakan akan terus memperkuat kerja sama internasional untuk memutus rantai pasokan senjata ilegal yang memperkuat kartel narkoba di wilayahnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Copyright © 2025 FEDERASI NOTE — All rights reserved