Demonstrasi besar pecah di sejumlah kota Australia bertepatan dengan kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog. Ribuan massa turun ke jalan, membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan “Arrest Herzog”, “Justice for Gaza”, serta “No Safe Haven for War Crimes”.
Apa yang terjadi di lapangan?
Aksi berlangsung di sekitar bandara, kawasan pusat kota, dan lokasi agenda resmi kunjungan. Suasana sempat memanas ketika demonstran mencoba mendekati jalur pengamanan. Polisi Australia mengerahkan pasukan tambahan untuk membentuk barikade, mencegah bentrokan langsung, dan membubarkan sebagian massa yang dianggap melanggar zona steril.
Tuntutan utama demonstran
Para pengunjuk rasa mendesak pemerintah Australia untuk:
Menangkap Isaac Herzog saat berada di wilayah Australia
Menghormati hukum humaniter internasional
Mendukung proses hukum internasional, termasuk kemungkinan yurisdiksi universal atas dugaan kejahatan perang terkait konflik Gaza
Kelompok HAM dan aktivis pro-Palestina menilai Herzog sebagai bagian dari struktur negara yang bertanggung jawab atas kebijakan militer Israel, sehingga kunjungannya dianggap “melukai rasa keadilan korban sipil”.
Respons pemerintah & kepolisian
Pemerintah Australia menegaskan bahwa:
Herzog datang sebagai kepala negara yang dilindungi hukum internasional
Australia tidak memiliki dasar hukum domestik untuk menangkap kepala negara asing yang sedang menjalankan kunjungan resmi
Hak berdemonstrasi dihormati, namun keamanan tamu negara tetap prioritas
Kepolisian menyatakan beberapa orang diamankan sementara karena melanggar ketertiban umum, bukan karena isi tuntutan politiknya.
Dampak politik
Aksi ini menambah daftar panjang tekanan global terhadap Israel, sekaligus menunjukkan pergeseran opini publik di negara-negara Barat. Australia, yang selama ini dikenal sebagai sekutu Israel, kini menghadapi tekanan moral dan politik domestik yang semakin kuat terkait konflik Gaza.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!