Fez, Maroko — Dalam perdebatan panjang mengenai universitas pertama di dunia, satu nama terus muncul dalam catatan sejarah internasional: Universitas Al-Qarawiyyin, didirikan pada tahun 859 M di Fez, Maroko. Lembaga ini diakui oleh UNESCO dan Guinness World Records sebagai institusi pendidikan tinggi tertua di dunia yang masih beroperasi hingga hari ini.
Didirikan oleh seorang perempuan Muslim, Fatima al-Fihri, Al-Qarawiyyin awalnya merupakan masjid yang kemudian berkembang menjadi pusat studi lintas disiplin. Di sana diajarkan teologi, hukum, matematika, astronomi, kedokteran, hingga filsafat. Pada abad ke-9 hingga ke-13, ketika sebagian besar Eropa masih berada dalam periode yang sering disebut “Dark Ages”, dunia Islam justru memasuki masa yang kini dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam (Islamic Golden Age).
Pusat Ilmu Dunia Berada di Dunia Islam
Pada periode abad ke-8 hingga ke-14, wilayah kekhalifahan Islam — dari Andalusia (Spanyol) hingga Asia Tengah — menjadi pusat intelektual global.
Beberapa fakta sejarah yang diakui para sejarawan:
Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) di Baghdad (abad ke-9) menjadi pusat penerjemahan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab.
Ilmuwan Muslim tidak hanya menerjemahkan, tetapi juga mengembangkan teori baru dalam:
Matematika (Al-Khawarizmi – aljabar dan algoritma)
Kedokteran (Ibnu Sina – Canon of Medicine, menjadi rujukan Eropa hingga abad ke-17)
Optika (Ibnu al-Haytham – dasar metode ilmiah eksperimental)
Astronomi (Al-Biruni, Al-Tusi)
Filsafat (Al-Farabi, Ibnu Rushd)
Universitas dan madrasah di Kairo, Cordoba, Baghdad, dan Fez menjadi pusat diskusi terbuka antara ilmuwan Muslim, Yahudi, dan Kristen.
Pengaruh ke Eropa dan Lahirnya Universitas Modern
Sejarawan Barat sendiri mengakui bahwa kebangkitan intelektual Eropa tidak lepas dari transfer ilmu dari dunia Islam.
Melalui Andalusia dan Sisilia:
Naskah-naskah Arab diterjemahkan ke bahasa Latin.
Konsep angka Arab (yang berasal dari India dan disempurnakan ilmuwan Muslim) menggantikan angka Romawi di Eropa.
Buku kedokteran Ibnu Sina dan karya Ibnu Rushd menjadi kurikulum di Universitas Bologna dan Paris.
Universitas Bologna (1088 M) memang sering disebut sebagai universitas modern pertama karena memiliki struktur fakultas formal dan sistem gelar. Namun, model institusi pembelajaran tinggi telah berkembang lebih dahulu di dunia Islam.
Islam dan Tradisi Keilmuan
Dorongan terhadap ilmu dalam peradaban Islam bukan sekadar budaya, tetapi juga bersumber dari ajaran agama.
Ayat pertama yang turun dalam Al-Qur'an adalah perintah membaca (Iqra’). Dalam banyak hadis, pencarian ilmu disebut sebagai kewajiban.
Hal ini mendorong:
Tradisi literasi tinggi
Perpustakaan besar (Cordoba memiliki ratusan ribu manuskrip saat Eropa masih sangat terbatas koleksinya)
Pendanaan wakaf untuk pendidikan
Analisis Sejarah
Secara akademik, banyak sejarawan menyimpulkan:
Dunia Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan global antara abad ke-8–14.
Konsep universitas modern berkembang di Eropa, tetapi berdiri di atas fondasi transfer ilmu dari peradaban Islam.
Institusi seperti Al-Qarawiyyin menunjukkan bahwa pendidikan tinggi terorganisir sudah ada jauh sebelum Bologna.
Dengan kata lain, dalam kronologi sejarah global, peradaban Islam memang berada di garis terdepan dalam pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan pada era abad pertengahan — sebuah fakta yang diakui dalam banyak literatur akademik internasional.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!