Atlet angkat besi nasional Nurul Akmal mengungkapkan kekecewaannya setelah diketahui hanya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), meskipun telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang olahraga internasional.
Nurul Akmal, yang dikenal sebagai salah satu lifter andalan Indonesia dan peraih prestasi di tingkat Asia hingga Olimpiade, menilai penghargaan negara terhadap atlet berprestasi belum sepenuhnya sebanding dengan pengorbanan dan capaian yang telah ia berikan selama bertahun-tahun.
Dalam pernyataannya, Nurul menyampaikan bahwa status PPPK memang merupakan bentuk pengakuan dari negara, namun ia berharap adanya perlakuan yang lebih adil dan berkelanjutan, terutama bagi atlet yang telah mengabdikan masa muda dan kariernya untuk prestasi nasional.
“Bukan soal status semata, tapi tentang kepastian masa depan,” demikian isi kekecewaan yang disampaikan Nurul Akmal, yang juga mencerminkan kegelisahan banyak atlet berprestasi lainnya.
Sejumlah pengamat olahraga menilai kasus ini kembali membuka diskusi lama mengenai jaminan karier dan kesejahteraan atlet nasional setelah atau bahkan selama masa aktif bertanding. Mereka menekankan perlunya kebijakan yang lebih komprehensif agar atlet tidak hanya dihargai saat meraih medali, tetapi juga memperoleh kepastian hidup di masa depan.
Hingga kini, pihak terkait belum memberikan penjelasan resmi terkait dasar penetapan status tersebut. Namun pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan atlet, termasuk melalui jalur kepegawaian dan program pembinaan jangka panjang.
Atlet Angkat Besi Nasional Nurul Akmal Kecewa Hanya Diangkat sebagai Pegawai PPPK
NASIONAL
1 bulan yang lalu
08:30 WIB
38x dilihat
Sumber: Redaksi Federasi Note
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!